Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Substansi Hak dan Kewajiban Asasi Manusia Dalam Nilai Praksis Pancasila

Substansi Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Praksis Sila-Sila Pancasila



Nilai praksis merupakan realisasi nilai-nilai instrumental suatu pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai praksis Pancasila senantiasa berkembang dan selalu dapat dilakukan perubahan dan perbaikan sesuai perkembangan zaman dan aspirasi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan Pancasila merupakan ideologi yang terbuka. Hak asasi manusia dalam nilai praksis Pancasila dapat terwujud apabila nilai-nilai dasar dan instrumental Pancasila itu sendiri dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh warga negara. Hal tersebut dapat diwujudkan apabila setiap warga negara menunjukkan sikap positif dalam kehidupan sehari- hari. Adapun, sikap positif tersebut di antaranya sebagai berikut. Substansi hak dan kewajiban asasi manusia dalam pancasila .

1. Ketuhanan Yang Maha Esa (Sila Pertama)

a. Hormat-menghormati dan bekerja sama antar- umat beragama sehingga terbina kerukunan hidup

b. Saling menghormati kebebasan beribadah sesuai agama dan kepercayaannya

c. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (Sila Kedua)

a. Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban antara sesama manusia  

b. Saling mencintai sesama manusia  

c. Tenggang rasa kepada orang lain  

d. Tidak semena-mena kepada orang lain  

e. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan

f. Berani membela kebenaran dan keadilan

g. Hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain

3. Persatuan Indonesia (Sila Ketiga)

a. Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan

b. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara

c. Cinta tanah air dan bangsa

d. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia

e. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan (Sila Keempat)

a. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat

b. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain

c. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama

d. Menerima dan melaksanakan setiap keputusan musyawarah 

Baca selengkapnya : Substansi hak dan kewajiban asasi manusia dalam pancasila